Selasa, 10 Februari 2009

untukmu (chapter 2), aku memaafkanmu


aku mempersiapkan peperangan denganmu
tak terbayang betapa sengit akan terjadi....

tapi...apa yang akan kudapat darimu...?
kau tak punya apapun... keberanian, jati diri, tanggung jawab...
kau miskin segalanya....

rasanya aku lebih berpunya darimu... :D

akhirnya aku tau, perang ku adalah bukan denganmu
aku berperang dengan nurani....
bertempur dengan suara-suara dalam hati
suara yang meneriakkan namamu penuh kesumat...
suara yang memintaku menghunus pedang tajam padamu...

tapi sekali lagi, aku lebih kaya darimu
aku masih punya keberanian untuk berdiri sendiri...bertanggungjawab akan laku hidupku...
sebuah kesadaran untuk menyadari bahwa kau tak lagi layak untuk dimintai...
and more over, KERELAAN UNTUK MENYANTUNIMU dengan sebuah MAAF...

aku memaafkanmu, dan aku memenangkan pertarungan dengan diriku...

akulah pemenang!

Rabu, 04 Februari 2009

untukmu (chapter 1)


hanya mengendus kembali aromamu saja,
mampu membakar jiwa....
mengoyak luka yang belum kering...
mengingatkan kembali sakit itu, perih itu, ngilu...

Kehidupan seperti apa yang kau jalani kini?
Menyenangkan kah...?

Aku marah, marah pada ketidakadilanmu...
ketidakpedulianmu, pengkhianatanmu, kepengecutanmu...

Dimana ADIL? Apakah ini adil jika aku menanggung derita sendirian, tanpa sesuatu untuk berpegang, berdiripun sulit...tuna daya...berdarah-darah...
Berjuang melawan dunia, memperjuangkan hidup, untuk terus dapat sekedar bernafas...

Sementara kamu, ada dimana?