ada seorang teman, SHE IS SO DAMN CRUEL!!!
pertama ktemu enggak terlalu suka. judes banget, sok kuasa. ramahnya cuma sama cowok. plis deh.... waktu itu aku masih anak baru. i try to be positive, mungkin itu baru luarnya aja. aku lihat sih , kadang keluar juga baiknya, ketawanya. okey, she is not a person i thougt before.Mi think i start to like her.
one day we have a conversation, about a man that we both know a deeper well. she told me a story. aku (dengan begonya) juga cerita tentang sesuatu yang harusnya nggak perlu orang lain tau, wong ya udah ga ada apa2 lagi. di akhir percakapan aku pesen kalo cerita ini sampe disini aja, ga utk orang lain. dia bilang oke.
sekarang, aku tau kalo cerita itu sudah menyebar ke segala penjuru... masih pake embel2 ngatain aku gampangan...sialan!!!
pernah juga, aku sharing sesuatu yang agak prinsip. sepertinya dia dewasa, bisa dipercaya, bisa menelaah sesuatu dengan bijak. pada saat itu memang kata2nya sangat bijak, masukannya juga oke. aku menanggap obrolan ini sudah selesai....
sekarang,aku tau kalo ternyata yang dia tangkap adalah: aku bersedia melepaskan sesuatu yang prinsip demi mengejar sebuah kedudukan. kuprit!!!
apa caraku cerita salah yaaaa.....
lagi, aku dekat dengan seorang teman... untuk ukuran dia (dan ukuranku, hehehehe) memang di bawah rata-rata. i have a problem with that man...i'm trying to escape from him. tapi itu urusanku, urusan pribadiku. ga perlu lah, ditambah omongannya yang kemana-mana : yang katanya aku muna, di luar bilang ga mau, tapi kenyataannya mau. ga usah juga ditambah menjelek2kan orang itu. emang jelek sih :D tapi hatinya baik kok.... dan juga ga pernah jahat sama dia....
lagi, ini yang bikin sedih dan nelangsa... tentang anakku. Astaghfirullah...aku nggak pernah malu punya anakku. Apapun jalan hidup yang aku ambil sekarang...bukan urusan dia kan? Aku juga ga pernah yang munafik ato ngumpetin anakku... Memangnya aku juga minta uang untuk beli susu dan pampers sama dia... Kemal adalah anugerah buat aku, buat keluarga kami, darimanapun datangnya. Titik!!!
Jahatin aku, aku masih bisa tahan, but SPEAK NO MORE WORDS ABOUT MY SON ! Kamu akan sangat menyesali kata-kata kamu selanjutnya, seumur hidupmu, karena aku nggak akan terima dunia dan akhirat.
Waduh...jadi esmosiiii....
Itu belum termasuk dia yang suka complain tentang hal-hal kecil. Absensi kantor misalnya. Hei...aku punya perjanjian sendiri dengan bos besar. Selama masih bisa bertanggungjawab sama tugas utama, kenapa dia yang harus ribut...
Mungkin dia merasakan ketidak adilan. Aku berusaha memaklumi itu. Tapi aku bukan orang yang belum pernah kerja, yang ga tau aturan kantor.I've been work for years...
Di kantor banyak manusia, banyak pula karakter. Entah kenapa, dia sukaaaaa banget ngomongin orang lain (tentu saja kalo orangnya ga ada, kalo ada orangnya dia baiiiiik). Kadang ada yang bagus, tapi lebih sering jeleknya. Si ini suka minta oleh2, si itu (maaf) lonte, si anu otaknya segede kacang, si ini nyebelin...
Pernah pula, seorang kawan minta tolong sesuatu untuk sedikit menjaga perkawinannya. Di depan sih bilang iya. Tapi di belakang hampir semua orang sudah tau, bahwa mr X minta sang teman ini untuk mengakui sesuatu kepada istrinya.
Ada satu lagi perbuatan jahatnya yang menulisnya pun aku malu. Bukan jahat kepadaku... Tapi kepada teman yang sangat mempercayakan rahasia pribadinya, yang justru seperti biasa di'forward' ke khalayak. Kasian teman-temanku itu...
Pada saat seorang muslim dikubur, setelah 7 langkah pelayat terkahir meninggalkan kuburnya, dia akan ditanya oleh malaikat. Kalo aku, baru 2 langkah ngelewatin dia udah jadi bahan "diskusi" sama siapa saja yang ada di dekatnya.
Si teman ini pandai sekali berkata-kata. Pandai juga membawa suasana. Pintar menghibur (walaupun di belakang mentertawakan dan menyebar2kan). Keahliannya adalah menggiring opini orang banyak. Bakat yang ngga semua orang punya.
Ada ya orang seperti itu.... Jahat bukan main.... kalo sekedar curhat sih gapapa. Tapi kalo sukanya membuat orang lain tidak suka sama seseorang, apa bukan jahat namanya..... Atau...dia nggak pernah merasa kalau apa yang dilakukannya itu jelek? Wah, bego betul!
Mungkin cuma aku yang risih dengan tingkah lakunya. Aku yang terang2an nggak mau dekat dekat, kalo bukan yang sifatnya tuntutan pekerjaan. Yang lain kadang masih sangat baik. Beberapa kadang malah seperti penjilat, udah tau dan udah sadar disakiti, tapi masih mendekat-dekat. Keliatan banget tauk...nggak tulusnya... Aku nggak tau apakah itu karena mereka tak pernah tau bahwa setiap orang dari mereka pernah jadi topik utama nya. Atau juga karena takut, mengingat hubungan pribadinya yang dekat dengan orang-orang penting. Atau....they see something i dont see from her....? tapi yang mana? aku sudah mencoba berbagai cara untuk tahu dia seperti apa walaupun akhirnya sakit hati sendiri...
Enaknya diapain ya manusia begini...dijauhin kitanya yang makin jadi omongan. dideketin kita berarti ikutan jahatin orang lain (sumpah, kalo sekedar gosip kecil masih gapapa, tapi kalo diajak ngomongin belangnya orang mulu, mana tahan!)...
Teman kamu sungguh jahat... kenapa sih kamu harus begitu... aku pernah lho suka berteman dengan kamu...
Wallahualam... Semoga aku dilindungi dari jahat lidahnya, diberi kekuatan untuk tidak melakukan hal yang sama (walopun sekarang juga iya, hehehehe).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar